Kenali Penyebab Dan Pencegahan Alergi Pada Anak

Kenali Penyebab Dan Pencegahan Alergi Pada Anak

Alergi merupakan salah satu kasus yang sering terjadi pada anak. Terlebih kasus alergi ini bersifat genetik. Apabila salah satu orang tua memiliki riwayat alergi, maka resiko anak untuk menderita alergi juga tinggi. Sayangnya jenis alergi ini berbeda-beda setiap anak sehingga cara penanganan alergi pada anak ini berbeda-beda. Ayo Kita kenali apa itu alergi, dan penyebabnya.

Sebenarnya Apa Itu Alergi?

Alergi berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Seperti yang kita tahu, sistem kekebalan tubuh berguna untuk memerangi zat berbahaya bagi tubuh seperti kuman, bakteri, tumor, virus dan benda asing lainnya. Akan tetapi, kasus ini berbeda pada alergi. Sistem kekebalan yang bekerja pada penderita alergi ini bereaksi secara berlebih pada zat tertentu yang biasa disebut alergen. Alergen ini bermacam-macam bisa susu, kacang-kacangan, obat dan lain sebagainya.

Reaksi yang ditimbulkan tidak hanya berupa batuk atau bersin-bersin saja. Bahkan hal ini bisa mempengaruhi kinerja organ tubuh misalnya saluran kencing, paru-paru, saraf otak dan jantung. Bahkan bila dibiarkan, reaksi alergi ini sangat membahayakan keselamatan si kecil.

Apa Penyebab Alergi?

Sayangnya, penyebab alergi ini masih belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi yang paling kuat adalah dari faktor keturunan. Dilansir dari Alo Dokter, bila salah satu orang tua (ayah atau ibu) menderita alergi, maka resiko anak mengalami alergi adalah sekitar 30-50%. Apabila kedua orang tua memiliki riwayat alergi maka resikonya naik menjadi 60-80%. Hal ini dikarenakan gen yang diturunkan orang tua menyebabkan sistem imun bekerja secara berlebihan.

Faktor lain yang bisa menyebabkan anak rentan alergi adalah lingkungan yang kotor. selain itu, penyakit juga bisa memicu alergi seperti dermatitis, asma hingga rhinitis atopik.

Jenis-jenis alergennya pun juga berbeda-beda. Setiap anak mungkin akan mengalami alergi pada sejumlah benda seperti debu, seafood, serbuk bunga-bunga. Reaksi yang ditimbulkan pun juga bervariasi. Ada yang pilek, gatal dan ruam, bersin, diare hingga muntah.

Untuk reaksi alergi berat seperti anafilaksis, reaksi yang ditimbulkan bisa merasa lemas tiba-tiba, hilang kesadaran, pingsan, sesak napas dan mengi.

Bagaimana Cara Mencegah Alergi?

Meskipun secara medis alergi belum bisa disembuhkan, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar alergi tidak muncul, yaitu dengan management alergi itu sendiri. Berikut ini diantara langkah yang bisa Anda coba terapkan pada si anak:

Deteksi resiko

Pertama-tama, pastikan Anda mendeteksi resiko alergi yang terjadi pada si kecil. Apakah Anda dan pasangan memiliki riwayat alergi seperti eksim, asma dan rhinitis atopik? Jika ia, maka kemungkinan besar si kecil akan mengalami alergi juga. Anda bisa memastikannya ke dokter untuk menjalani tes lebih lanjut.

Berikan ASI Ekslusif

ASI merupakan asupan paling penting pada 6 bulan pertama setelah kelahiran karena di sini Anda mentransferkan informasi kekebalan tubuh kepada si kecil. Selain bagus untuk mendidik sistem kekebalan tubuhnya, hal ini juga bisa memperkecil resiko alergi.

Berikan Susu Pendamping

Anda juga bisa mencari susu pendamping untuk menunjang kebutuhan gizinya. Pastikan untuk mencari susu yang sudah diolah sehingga tidak memicu alergi. Anda bisa memilih susu dengan kandungan prebiotik, probiotik dan sinbiotik yang sangat baik untuk perkembangan kesehatan usus buah hati.

Memahami faktor dan gejala alergi si kecil akan membantu Anda memaksimalkan pertumbuhan buah hati. Pastikan Anda mengecek informasi seputar alergi di situs Morinaga Platinum!

 

Meta desc:

Alergi pada anak bisa membahayakan bila tidak ditangani dengan baik. Yuk kenali apa itu alergi dan penyebab utamanya supaya Anda paham cara penanganannya agar tidak muncul.

Kesehatan